Datang dan pergi...
Itu kan sifat dasar hal-hal yang ada di dunia ini?
Tidak ada yang abadi.
Sedangkan manusia, seringkali menginginkan keabadian.
Ingin menjaga sesuatu seutuhnya, selamanya...
Tidak ingin kehilangan.
Tidak ingin hal itu pergi.
Ya, saya juga pernah bahagia ketika hal itu datang. Saya bahagia saat hal itu masih ada di sekitar saya. Saya bahagia karena saat itu saya masih bisa menjaganya.
Seharusnya, saya sejak dulu terus mengingat, bahwa hal itu tidak akan bertahan selamanya. Jadi, saya bisa bersiap-siap dulu sebelum kehilangan hal itu.
Sedang pada nyatanya, saya tak pernah membayangkan hal itu akan meninggalkan saya. Saya pikir hal itu akan bertahan selamanya.
Sehingga, saat hal itu hilang...
Saya menjadi seperti pelancong kehilangan peta, nahkoda kehilangan kompas, dan sejenis itu.
Saya benar-benar kehilangan arah.
Namun saya coba terus beradaptasi. Karena... saya yakin...
Pelancong yang kehilangan peta masih bisa tidak tersesat dengan bertanya arah pada orang asing di sekitarnya.
Nahkoda kehilangan kompas masih bisa selamat ke tujuannya dengan memperhatikan rasi bintang di langit.
Ya, terkadang kita lupa... Di saat kita kehilangan sesuatu yang amat berharga buat kita, kita lupa bahwa kita masih punya banyak hal lain yang sama berharganya dengan itu. Kita malah sibuk menggalaui kehilangan, kita malah sibuk menangis, kita malah sibuk mengingat-ingat masa lalu... tanpa mensyukuri apa yang masih kita punya dan kembali melangkah ke depan.
Manusia memang kodratnya tidak pernah puas.
Tapi apa salahnya kita sedikit melenceng dari kodrat yang satu itu?
yang gue ceritain mungkin..........pas bagian kateda aja ya. gatau kenapa akhir2 ini gue sedikit males posting yang panjang2.
oke, gue kasihtau alesannya. ini gara2 gue sariawan. dan ini sepertinya sariawan terparah seumur hidup gue. sariawannya gede banget, putih, dan tersebar di sekitar pangkal tenggorokan, yang satu lagi yang gede juga letaknya deket sama ujung geraham. jadi sering kena ujung gerahamnya dan itu sakit bangetttttttt apalagi kalo ngomong. makanya gua talkless banget akhir2 ini. gara2 sariawan, gua jadi ga mood ngapa2in. kecuali tidur.

kateda asik. selalu kegiatan satu ini bikin gue lupa sama hal2 yang tidak mengenakan. di sini tenaga gue terkuras habis, dan gue paling suka kegiatan kayak gini. beladiri adalah satu2nya olahraga yang paling menarik minat gue dari kecil. dan kateda menurut gue beladiri yang beda banget. lain dari pada yang lain. tenaga dalam bener2 digunain. dulu gue ikut silat gara2 menurut gue silat unik, sekarang menurut gue kateda bahkan jauh lebih unik lagi.

gue belum terlalu hapal jurus2nya sih. jadi masih agak kagok. lagian latihan juga baru berapa kali -_- tapi gue bakal berusaha! ha!

dan lagi abis latihan tuh gua sama dewi hujan2an di lapangan. ternyata lapangan kalo hujan tuh licin banget. gua udah kepeleset, untung ditahan dewi dari belakang.

baju jadi basah semua. abis itu kita keliling bareng jun. di depan kelas X6 gabung sama yogi. itu bocah menyendiri banget. dan akhirnya kita memutuskan untuk main jujur atau tantangan hahaha. permainan smp banget.

ujan udah mulai reda, gue nebeng bareng dewi. gue mintanya cuma ampe alfamidi aja tapi dewi berbaik hati nganterin ampe rumah intan wkwkwk thanksssssss a lot dew! di rumah intan, ngerjain sejarah dan sisanya......biasalah gajelas. gua juga seperti biasa numpang makan -_-v sumpah ini anak gatau diri banget............ *lirik diri sendiri di genangan air*

terus pas pulang. gue bener2 ga ada tenaga lagi. gue ngantuk, pusing.

dan sekarang, gue di bandung. kecapean juga.

gue rasa gue sakit.
aduh......aduh......aduh........apadah mir baru buka udah aduh-aduhan......
jadi......hari ini tuh......emang aduh bener.
gua gabisa ceritain secara runtut dan terperinci. ini gile bangetlah. gua ke rumah intan malem2 dan taunya di sana ada putmei lagi galau.......dari situlah kerusuhan dimulai. gua baru pulang jam 10 malem coba -________-
selama di sana........gila. otak kerasa muter. baru sekarang kayaknya nemu situasi kayak gitu. parah abis. tapi seru. pikiran gua teralih.
dan plis. besok ulangan sosiologi. antiklimaks bangetsih.
guru..........kenapa engkau begitu mengetahui cara membuatku menderita? :')
nggak. canda bu. i know thats the best for us. selama liburan gua pasti kangen tugas2 dari guru. gua seringkali bingung mau ngapain pas liburan. dan setelah tugas tiba2 jadi kerasa menumpuk gini lagi..........

...........boleh nyanyi reff paramore - pressure gak?
Baru saja tadi, aku kepikiran

untuk kembali ke diriku di masa lampau

Ya. Merasakan masa kecil sekali lagi.

Menurutku masa kecil adalah masa yang indah, penuh mimpi, penuh harapan, penuh keceriaan yang tidak dibuat-buat.

Tapi masalahnya, kalau aku diizinkan untuk kembali ke masa lalu, apakah aku akan meminta agar otakku tetap seperti sekarang atau meminta agar otakku diubah menjadi otak anak kecil juga?

Kalau menggunakan otak yang sekarang, aku pasti dapet nilai bagus mulu (bukannya sombong.......yaiyalah, pelajaran sd pakai otak anak sma itu.....gausah dipermasalahkan lagi). Hanya saja, kalau menggunakan otak anak kecil, itu akan lebih asik. Aku suka anak kecil. Dia nggak berpikir secara logis, dan itu nilai plusnya. Justru orang dewasa yang selalu berpikiran logislah yang aneh, menurutku. Padahal, di dunia ini nggak semuanya bisa dijelaskan menggunakan logika. Hal gaib itu ada. Dreamland is still exist.

Lalu tiba-tiba, aku teringat pada kenanganku di masa kecil. Sekitar kelas 3 sd....mungkin 4 sd. Aku pernah menulis surat untuk diriku di masa depan. Pada sebuah lembaran loose leaf berwarna biru yang kutaruh di binder. Surat itu sudah hilang sekarang. Sebenernya nggak jelas sih kapan hilangnya. Soalnya, seselesainya aku nulis surat itu, langsung kucabut dari binder, kumasukan amplop, dan kutaruh di dasar laci buku pelajaran. Niatnya akan kubaca ketika aku berumur dua puluh tahunan. Namun ironinya, waktu aku pindahan dari Bandung, surat itu kayaknya termasuk kertas-kertas sampah yang dibuang.

Walau masih ingat sedikit isi suratnya, aku tetap saja ingin sungguh-sungguh membaca surat itu. Pasti aku akan tertawa mendapati tulisanku waktu kelas 4 sd sama sekali tidak berubah hingga sekarang. Bukan. Bukan dari kelas 4. Tulisanku kelas 1 sd dengan yang sekarang bahkan masih bisa dibilang mirip.

Kalau sekarang aku adalah seorang yang punya obsesi tinggi terhadap kesuksesan di masa depan (dalam arti, aku menginginkan kemakmuran, mungkin juga harta yang  berlimpah...hmm....aku juga manusia), sedangkan di suratku waktu kecil itu....aku ingat sekali apa harapanku waktu dulu pada diriku di masa depan.

Aku di masa kecil hanya menginginkan diriku untuk menjadi orang baik. Aku ingin sukses menjadi orang baik. Bukannya sukses dapet pekerjaan yang hebat.
Di surat itu aku tidak takut jika di masa depan, aku menjadi orang miskin. Kalimat yang paling aku ingat di dalam surat itu adalah: "Hei, kalo kakak jadi orang miskin nantinya.....berpuasalah setiap hari!". Benar-benar pikiran polos anak kecil bukan? Aku kangen diriku bisa berpikir kayak gitu. Bukannya kayak sekarang. Aku mulai berlogika kalo puasa sebulan penuh itu mustahil bangetbangetbangetbanget. Kepercayaanku terhadap mimpi kian memudar.

Hal kedua yang paling aku ingat selanjutnya adalah pertanyaan dari diriku di surat itu......."Gimana kak? Udah bisa buat berapa komik?". Yeah, dulu cita-citaku bener-bener pengen jadi komikus. Dari kelas 3 sd, aku udah rajin menuh-menuhin buku tulis dengan komik amatir. Aku bersemangat membuatnya, karena aku pikir suatu saat aku memang akan jadi komikus beneran. Itu dulu....ketika aku masih bermimpi. Sekarang? Logikaku mengatakan nggak mungkin aku jadi komikus. Komik buatan orang Indonesia pasti kalah pamor dibanding komik-komik dari Jepang yang udah terkenal mutunya. Lagipula, I have no time! Tugas. Tugas. Tugas.
Selalu itu yang jadi halangan. Cara gampangnya, aku ganti cita-cita. Impian jadi komikus udah kubuang......entah sejak kapan.

Di surat itu, aku memohon pada diriku untuk memaafkan kesalahan-kesalahan orang lain padaku. Di surat itu, aku memohon untuk tidak menjadi orang yang sombong dan gak pedulian sama orang lain. Di surat itu, aku memohon untuk tidak menyakiti hati orang-orang di sekitarku. Di surat itu, aku memohon untuk menjaga benar-benar diriku. Karena sejak dulu, aku memang gampang sakit. Dan aku gak suka sakit. Sedangkan sekarang, aku mulai jarang sakit.....dan malah pengen sakit. Supaya nggak usah masuk sekolah. Sekolah jadi tempat yang agak membosankan buatku sekarang. Formalitas. Status belaka.

Diriku yang sekarang, dibanding diriku yang dulu.....bagaikan dua sisi batu yang berbeda. Kami saling bertolak belakang. Padahal itu sama-sama amirabudimutiara juga. Cuma beda....berapa tahun. Kelas 4 SD, itu sekitar umur 10 tahun lah ya, dan sekarang, aku 16 tahun. Hanya dalam waktu 6 tahun, aku berubah begitu drastis. Kenapa ya? Mungkin aku salah baca buku. Mungkin aku salah bergaul. Mungkin aku salah menata pikiranku. Mungkin aku salah dalam menilai dunia.

Dan mungkin lagi, ini emang udah kodratnya kayak gini. Akhil balig......udah bisa bedain mana salah mana bener. Sekaligus udah bisa bedain mana mimpi mana realita. Jadi orang baik di masa kecil itu gampang, sedangkan orang baik ketika dewasa....itu yang susah. Yah, nggak ada salahnya kok usaha. Walopun susah, banyak juga kan orang dewasa yang baik.

Maafin aku ya...........diriku di masa kecil.

Dari dirimu di 6 tahun mendatang.
gua mau klik follow di blog ucha, malah keklik follownya di blog gue sendiri aaaaa gue gatau cara unfollow gimana -_-
Next PostNewer Posts Previous PostOlder Posts Home